REMEMBER WHEN

2:23:00 AM



Apa pun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya. 

Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas? 

"Aku mencintaimu," katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna? 

Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.



REMEMBER WHEN Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta by Winna Efendi. I'd like to say that, reading this book mixed my emotion ! Salut untuk yang buatnya. :D

Cerita nya tentang... cinta segi empat.

Ada Freya si introvert yang gak gaul tapi berwawasan luas. 
Ada Gia yang cantik dan idola satu SMA.
Ada Moses si murid teladan denngan prestasi akademis tanpa cela.
Ada Adrian si pemain basket populer.

Freya dan Gia sahabatan, sama seperti Moses dan Adrian. As the time goes by, this four person become two couple, Freya-Moses dan Gia-Andrian.

What make this story's hurt is..Freya and Adrian fall in love. And this hurt every four of them. Entah gimana bacanya itu bikin sakit hati. 

Bukunya ditulis dari empat sudut pandang tokoh utamanya. I might say..i love the way she write it. Gak kepengen berhenti, pengen lanjut baca terus. Bahasa yang dipake juga pas, cocoklah buat orang hopeless romantic kaya saya. hehe

Baca buku ini juga jadi keingetan masa SMA. Sumpah, mbaknya keren ngarangnya. Detail abis. Atmosfer SMA nya jadi berasa banget. :3

Klimaksnya keren, sampe ya saya kepikiran sama masalahnya mereka beneran. Gimana kalau someone's mom is passed away, gimana kalau ternyata sahabat kita sendiri tidur sama orang yang kita sayang.  Will i be that gracefully accept him again? fuuuh. Endingnya..agak too good to be true sih, tapi memang itu yang dharapkan pembaca (saya).

Two thumbs up buat buku ini. Totally recommended.


Kenapa masih sulit melupakan walaupun sudah terluka? 
(halaman 218 Remember When)

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.

Subscribe