Anak Bayi Fototerapi !

8:32:00 AM

May, 2nd 2016

Its our first wedding anniversary ! Tapi tidak ada perayaan, yang ada malah saya nangis-nangis karena anak saya harus menginap di RS untuk fototerapi alias disinar. 

Pernah dengar kan istilah bayi kuning? Iya anak saya kuning. Karena mimiknya kurang. Bukan ASI saya yang kurang, tapi karena anak bayi masih tidur terus. Dikelitikin pun tetep tidur, dipencet-pencet kaki masih tidur. 

Sewaktu pulang dari RS, billirubin anak bayi hanya 6,97 mg/dl tapi ketika kontrol tanggal 29 April lalu billirubinnya naik sampai 12,67 mg/dl. Sementara batas normal itu 12 mg/dl. Waktu itu DSA saya bilang mimikin lebih sering saja. Tapi makin hari makin kuning. Ketika hari ini dicek benar saja, billirubin anak bayi sudah 14,55 mg/dl ! Fix langsung harus disinar. 

Rasanya gimana? Sedih banget.
Suami sampai izin pulang dari kantornya untuk menemani saya di RS saking saya sedih gak karuan. This little baby baru lahir 8 hari lalu, dan dia harus menginap di RS. Pulang kerumah tanpa dia rasanya sakit banget. 

Iya, fototerapi dilakukan di PERINA bukan di ruang rawat inap. Jadi orang tua tidak bisa ikut nememani, hanya bisa melihat dari kaca dan sesekali menyusui ketika diperbolehkan. Di awal DSA sudah langsung minta 75 ml ASIP / 3 jam jadi sekitar 600 ml sehari karena konsumsi cairan bayi yang disinar bertambah berlipat-lipat. Untung saya ada cadangan asip sekitar 300 ml.. ya setidaknya ada modal awal. Perjuangan ASI dimulai!

anak bayi di Fototerapi

Malam itu saya pulang dari RS jam 9 malam dan langsung menangis dirumah. Malam hari terasa sepi karena tidak ada tangis bayi. Apa kemudian saya bisa tidur nyenyak? Tidak. Sama sekali tidak. Saya malah bangun tiap 2 jam untuk perah asi dan cuci pompa. Waktu itu saya belum tau triknya jadi setiap pakai langsung cuci. Hari itu sewa pompa asi Spectra 9+ dari @lullabies_baby. Karena waktu itu saya pakai medela harmony. Saya butuh banget double pump!

Jadi malam anniversary pertama kami ya cuma pelukan, saya nangis dan suami menenangkan. Saya pompa, suami sesekali cuci. No dinner no flowers no celebration, kami sedang berjuang untuk anak kami. Dan rasanya itu lebih romantis ya :)


hari pertama

Pagi-pagi saya kembali ke RS, ngintip anak bayi lalu pumping, pumping, dan pumping. Karena tidak ada ruang tunggu di PERINA saya pumping di ruang menyusui saja. Dan ternyata ruang menyusui itu seru sekali ! Mungkin karena ibu-ibunya ya cuma bisa menyusui / pumping ya.. ruangannya itu paling bawah dan tengah-tengah gedung. Gak bisa internetan, sinyalnya jelek banget. Jadi, kita semua ngobrol. Saya disitu dari pagi sampai malam jelaslah ya orangnya ganti-ganti tapi semua seneng ngobrol. Kita ngobrolin anak, asi, imunisasi..segala macem.

Lalu kemudian tertampar karena perjuangan saya ini belum ada apa-apanya. Ada ibu yang anaknya kelainan jantung, ada yang kelainan otot, ada yang mengeluhkan berat badan anaknya, ada yang menjerit setiap digigit anaknya ketika menyusui. Saya jadi malu mengeluh tentang anak saya yang kuning, payudara saya yang lecet atau asi saya yang kejar tayang.

Banyak juga yang penasaran kenapa pompa asi saya begini hehehe Mungkin masih jarang yang pakai ya, banyaknya pakai yang manual. Banyak juga yang menyemangati saya..bilang kalau anaknya juga dulu kuning and its okay. Banyak yang memberi saran juga, tapi ya..dipilih-pilih saja mau dengar yang mana.

Hari kedua
Smiling baby

Ternyata hasil cek darah anak saya menunjukan bilirubinnya turun hanya ke 12,95 mg/dl. Jadi anak bayi harus menginap lagi di RS. Sedangkan ASI saya benar-benar sudah kejar tayang. Tengah malam sehabis saya pumping, suami saya ke RS antar ASIP. Bersyukur sekali punya suami pejuang ASI. I can't go on without his support.

Seperti biasa pagi hari saya ke RS. Hari ini lebih positif dan pede kalau anak bayi boleh pulang. Dan ternyata benar ! Anak bayi sudah tidak kuning dan boleh pulang. Alhamdulillah. :)

Apa efeknya dari fototerapi ini? Anak saya jadi item dan kering kulitnya. :(

Hehehehe gak apa-apa, yang penting sehat ya nak ! Dan kita bisa bobo bareng lagi dirumah. Duh, banyak sekali yang bisa disyukuri dari kejadian ini. Misalnya, ASIP saya yang ternyata bersisa untuk dibawa pulang dan ilmu baru yang didapat dari ruang menyusui dan perawat Perina.

Ah..saya mau bilang terimakasih sekali sama Perawat dan Bidan PERINA Hermina Sukabumi. Meski ada sih satu ya..yang agak ngeselin karena kadang jam besuk pun saya tetep gak dibolehin mimikin anak bayi. Padahal jam besuk sehari cuma 2 kali, jam 12 siang dan jam 5 sore. Pedih hati saya pas udah siap mimik-in ternyata mereka sudah menghangatkan asip. But its okay, perawat dan bidan lain sangat sangat baik. 

Saya di RS dua hari dan pumping setiap 2 jam. Dan setiap dua jam itu saya minta dicuci dan disterilkan alat pompa saya sama mereka. Saat sesi besuk saya diberikan ruang menyusui dan dibawakan tas kesana. Mereka juga mengobservasi cara menyusui saya, dan memberi tips tips. Mereka ramah dan pro asi sekali. Rintangan pertama saya di perjuangan asi ini mungkin tidak berhasil dilewati kalau mereka tidak pro asi. Dan ternyata anak saya ditanggung full biaya perawatannya oleh BPJS. Sekitar 3 juta lebuh untuk 2 hari di PERINA. Tadinya saya pikir saya dibaikin karena saya bakal disuruh bayar sendiri, tapi ternyata tidak lho. Saya gak bayar apa-apa. Padahal saya cuma kontrol biasa awalnya, dan tidak bawa surat rujukan dari puskesmas dll.

Alhamdulillah. Alhamdulillah.

:))

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.

Like us on Facebook

Flickr Images

Instagram

Subscribe