OEI HUI LAN

9:57:00 PM

I admit, the cover it kinda scary :s

Aduh akhirnya kesampaian juga beli buku ini. Yang bikin saya kepengen baca karena ini adalah kisah nyata putri orang paling kaya se-asia tenggara, dan karena tagline nya. "uang tidak bisa membeli kekayaan".

Semasa hidupnya Oei Hui Lan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan karena kekayaan ayahnya , Sang Raja Gula Semarang. Oh iya, dia adalah anak kedua dari istri pertama Oei Tiong Ham. Total istri? 8 orang. Total anak? 42 orang. W to the O to the W.

WOW.

Karena kekayaannya, keluarga Oei Hui Lan menjadi terpandang bahkan disegani Kolonial Belanda. Dan membaca sepak terjang ayahnya sungguh membuat kagum. Ayahnya dalam usia muda sanggup memajukan kerajaan bisnis Tjie Sien, kakek Oei Hui Lan. Meskipun senang berjudi dan hidup mewah, Oei Hui Lan cukup dermawan. Dia mendirikan sekolah menengah untuk masyarakat Tionghoa di Semarang. Selain itu ia pun adalah orang Tionghoa perantauan pertama yang mengenakan setelan pakaian barat.

Ok, kembali ke Oei Hui Lan.
Oei Hui Lan tinggal di Semarang,Jawa Tengah. Ia dan keluarganya menghuni rumah mewah layaknya istana dengan luas mencapai 9,2 hektar. Dideskripsikan pula rumah mereka yang bergaya arsitektur Italia itu terdiri dari 200 ruangan, paviliun besar,dapur,villa pribadi,serta tidak lupa pula kebun binatang. Rumah ini juga dilengkapi ruang khusus pelayan, ruang pijit,dan taman luas tempat biasa Hui Lan dan Tjong Lan kakaknya biasa bermain. Tidak heran dengan area sebesar itu, mereka sekeluarga membutuhkan kira-kira 40 pembantu yang terdiri dari kepala pelayan atau Majordomo, 50 tukang kebun, berikut tambahan guru les privat dan koki terkenal dari China, Melayu, maupun Eropa.


Semua hal-hal mewah dan termodern kala itu berhasil didapatkan Hui Lan yang notabenenya merupakan anak kesayangan ayahnya. Dari perhiasan,mobil, pesta ala putri Cinderela,hingga berpelesir ke negara tetangga dengan mudahnya. Hui Lan sendiri tipikal gadis tomboy yang senang bersosialisasi dan berbeda dengan Tjong Lan kakaknya yang pendiam dan feminim.

Kehidupan glamor Hui Lan terus berlanjut begitu ia akhirnya menjadi istri Wellington Koo, seorang duda dan diplomat yang menjadi tokoh revolusi Republik Rakyat China, setelah diperkenalkan oleh ibu dan kakaknya. Kehidupan jetset kelas dunia kemudian ia jalani setelah dirinya menjadi istri seorang yang paling berpengaruh di RRC itu. Hui Lan yang kemudian lebih dikenal dengan gelar nyonya Wellington Koo ini pun dekat dengan keluarga Kerajaan Monaco dan Inggris, cukup dekat dengan kakak Presiden Amerika kala itu,dan orang-orang terkenal lainnya. Semua itu bisa dilihat dari foto-fotonya Hui Lan dalam setiap bab novel ini. Dalam foto-foto itu ia  juga terlihat sangat cantik dan berkelas serta selalu mengikuti setiap kegiatan baik dalam urusan politik,amal, maupun pesta pora ala kaum bangsawan dunia.

Namun semuanya berakhir saat ayah Oei Hui Lan meninggal. Warisan yang ditinggalkan malah menyebabkan perebutan antar 8 istri dan 42 anak. Walaupun sampai kini kekayaan Oei Hui lan masih tersisa di dunia. Termasuk bagi kalian yang tidak asing dengan kasus ketua Kpk Aa yang diduga membunuh Nn seorang direktur perusahaan rajawali, taukah kaliah kalau Rajawali group itu adalah sisa warisan yang tertinggal dari ayah Oei Hui Lan.  Banyak sejarah yang ingin disampaikan dalam buku ini. Termasuk pandangan Hui Lan terhadap Soekarno dan terhadap pemimpin-pempimpin dunia yang ia temui.


Hui Lan memang putri Indonesia yang menjadi kartini modern di masanya. Ia menjadi putri Indonesia yang begitu dihormati, menikah dengan seorang perdana menteri republik China. Ia memilikinya segalanya dalam hidup. suami yang terhormat, ayah yang kaya raya dan anak-anak yang begitu lucu. Kehormatan dan kekayaaan tiada batas, tapi satu hal yang tidak pernah ia bisa miliki, kebahagian dan kedamaian. Uang yang bisa memberikan dia tawa, emas dan berlian serta rumah yang mewah.. ternyata tidak bisa membeli kebahagian yang ia inginkan.

Uang memang bisa mengubah apapun. sahabat menjadi lawan, saudara menjadi penjahat. lebih buruk lagi membuat suaminya malah menikah dengan wanita lain.

Itulah yang terjadi dalam hidup Hui lan, berbagai kisah yang ia tuturkan begitu banyak yang perlu kita simpan sebagai bagian dari sejarah kehidupan kita untuk bercermin dan berkata

 "no feast last forever"
tidak ada pesta yang abadi selamanya…



nb : karena sedikit lupa, jadi banyak copy paste dari sana sini. :')

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.

Like us on Facebook

Flickr Images

Instagram

Subscribe