The Promised Post

11:43:00 AM

I admitted, postingan saya yang satu ini memang so out of date. Kejadiannya kapan, baru diposting kapan. Well, i'm so sorry for that. Saya lagi UTS sih.. jadinya belajar melulu.. hehe

So, i'm going to tell you about my first time watching football live in Gelora Bung Karno !

Pose sebelum berangkat

I'm kind a happy that i've been using the word "first time" a lot more than ever. Seems that i've experience more. Seems like my life project to always doing something new is happening. Seems like couch potato is no longer who i'm. And for you who read, i'm opened to any invitation you may offer. hehehe


macet

Ok, jadi biar terlambat sejam dari waktu yang ditentukan, kita bisa sampai ke GBK tepat waktu. Jalanan yang macet, stuck di lintasan kereta api, nyari pom untuk motor yang kehabisan bensin, parkiran yang penuh sampai harus parkir di trotoar, itu yang kita lewatin sampai akhirnya kita terdampar di Mesjid Al Bina.

Mesjid Al Bina

Waktu kita sampai, bola belum mulai. Tapi jalanan yang padet tadi bikin rombongan terpecah. Celakanya tiket dipegang oleh satu orang. Jadi biar kita datang tepat waktu, kita masuk GBK "telat waktu" gara-gara nunggu semua kumpul.

Lagu Indonesia Raya terdengar sewaktu kita masih menunggu. Agak kecewa ya kenapa kita kok jadi telat begini, Tapi ya sudah, bukan maunya siapa-siapa kok. :)

Setelah semuanya kumpul kita langsung menuju GBK. Tiket yang kami beli adalah tiket Kategori 3. Harganya Rp 50.000. Tapi sedikitpun tiket kami tidak dilihat oleh petugas. Di tiap sektor penonton yang mau masuk padatnya MasyaAllah. Agak kesel juga soalnya kelamaan nunggu, begitu masuk skor sudah 0-1 untuk Indonesia.


Tiket Kategori 3


Ketika postingan ini ditulis, Indonesia sudah jadi Runner-up di cabang sepak bola. Sea games bahkan sudah penutupan. Dan berita duka karena dua supporter meninggal berdesakan saat memasuki stadion gempar dimana-mana. Saya berduka, Indonesia berduka.

Agak tidak heran juga sih. Kemarin saya ngalamin sendiri gimana berdesak-desakannya masuk GBK. Padahal waktu itu belum masuk semifinal, jadi animo penonton tidak sebesar saat final kemarin. Jadi ya..you may imagine it your self. Ah, semoga nanti bisa lebih terkoordinir sistem pengamanannya. Amiiiiiiiinn.

Saya ingat persis ketika masuk sempat mengobrol dengan petugas keamanan disitu. "Mending nonton dirumah dek, didalam rame banget", saya waktu itu jawab sambil sumringah "Ya justru mau ngerasain rame-rameannya pak". Dan begitu nyari tempat duduk..OK bapaknya benar.

Itu didalam penuh sepenuh-penuhnya manusia. Saya pegang tiket tapi tidak ada tempat duduk untuk saya. Bahkan untuk berdiri saja tidak ada tempat, penuh. Lapangan cuma terlihat sedikit. Batasan antar kategori 2, kategori 3 dan kategori 4 tidak ada sama sekali. Padahal nominal yang dikeluarkan tidak sama. Kategori 1 sih enak, ada pembedanya. 

Semua kesal waktu itu, sudah jauh-jauh tapi malah tidak bisa lihat bola. Akhirnya kita duduk-duduk disekitar GBK. Foto-foto, ngemil dan..nonton bola lewat handphone. Ironis ya?





Pose BT kehabisan kursi

Tadinya kita mau langsung keluar aja, soalnya disitu ada big screen jadi mendinganlah dari pada nonton dari handphone. But we decided to wait until the first round ended.





Sambil menunggu

Dan ya lumayanlah.. habis babak satu kita atau lebih tepatnya saya, beruntung dapat tempat. Sementara yang lain berdiri, saya dapat kursi karena ada bapak-bapak baik yang sukarela memberikan kursinya. Makasih ya pak, mean so much to me :)




Jeda antara babak satu dan babak dua kalau di televisi biasanya diisi oleh iklan-iklan sponsor. Nah kalau disini diisi oleh... Dangdutan ! Ayu Tingting lagi ! hahahaha




Lautan merah putih

Begitu babak dua mulai, stadion mulai berisik lagi. Suporter Indonesia tidak cape teriak-teriak memberi semangat. Beberapa kali Timnas nyaris membobol gawang lawan. Tapi ya.. berlum beruntung mungkin ya..




dari tempat saya menonton

Pertemuan dua negara serumpun ini selalum bisa digambarkan dengan satu kata, EMOSI. Setiap kali Malaysia beraksi penonton shoo-ing even saying "maliiiiiing-maliiiiiiing". Not a good thing to show how you love our country, actually.

saya kenalan sama dia, tapi sekarang lupa namanya :(

Daaaan, final score said we lose. Not a big deal for me cause Indonesia already win something. See that red colored shirt? It almost everywhere. In some point, sport could remind people that they actually love the country they're live in. They start to feel optimist about Indonesia, and they support it too. Wish that could happen in any other part. Indonesia NEED some positive thought, especially from the citizen.


kalah menang tetap pose :)

Me and Ryan

INDONESIA, yaaaay :)

dengan bendera pinjaman, hehe

Setelah puas foto-foto akhirnya kita pulang. Perjalanan pulang tidak kalah capeknya dibanding perjalanan tadi sore. Lautan Karbon Dioksida. Saya naik motor saja macet dan terpaksa harus menghisap CO2 itu terus- menerus sampai pusing. Padahal saya sampai mengguling ujung kerudung saya untuk menutupi hidung lho. Masih saja pusing. :(




Oh iya, tadi kita lihat bus Timnas lewat dan mereka dadah-dadah sama kita yang nonton, sweet :)




Kami singgah di Mcd dan saya banyak-banyak minum teh. Setelah itu perjalanan lanjut lagi dan berhenti di Sevel untuk makan. Anak-anak ini tidak ada capeknya ! Mareka main uno sampai jam 4 pagi disitu ! Saya sih, jam 12 juga sudah minta pulang. Sudah malam dan mengantuk..hehe


muka ngantuk

Ah great day fellas !
Anak 3B yang baik-baik, ada Anggit, Ryan, Ardhan, Evit, Wenang dan banyak lagi yang saya lupa namanya siapa. Maaf ya :')
Makasih udah ajak saya , a very nice of you. Thank you :)


Dan Indonesia, kalah menang tetap tanah air saya kok :)

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.