Pintar Memilih Wadah Plastik Yang Aman

10:05:00 AM



Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak menggunakan wadah atau botol plastik sebagai tempat untuk menaruh makanan dan minuman. Wadah plastik bisa bermacam-macam, seperti botol minum dan kotak makan, botol plastik air mineral, susu botol, gelas plastik, dan sebagainya. Warnanya juga bermacam-macam, ada yang bening dan berwarna. Ada pula yang sering kita gunakan untuk mendinginkan atau menghangatkan makanan. Tutupnya pun bisa bermacam-macam, ada yang terbuat dari plastic maupun tidak, juga memiliki beragam bentuk.


Tapi, anda pasti pernah mendengar bahwa wadah plastic dapat berbahaya dan dapat menimbulkan kanker. Padahal wadah-wadah tersebut hampir selalu kita gunakan setiap hari untuk menaruh makanan dan minumam kita. Jadi, sebenarnya bagaimanakah wadah plastic yang aman bagi kesehatan?

Kode Recycling
Salah satu cara untuk mengetahui keamanan suatu wadah plastic adalah dengan memperhatikan kode recycling pada wadah tersebut. Mayoritas wadah plastic memiliki kode ini. Kode-kode tersebut diantaranya adalah:

Kode recycling :
Kode ini ada di bawah kemasan plastic, yaitu kode berbentuk segitiga yang artinya bahwa benda tersebut dapat didaur ulang. Di dalam segitiga tersebut biasanya terdapat angka dan di bawahnya terdapat huruf yang saling berhubungan.


Wadah dengan kode ini dibuat dari kandungan PETE (polyethylene terephthalate). Wadah plastic jenis ini biasanya dipakai untuk botol plastic berwarna jernih/transparan seperti botol air mineral, botol jus, dan botol minuman lainnya. Wadah dengan bahan ini hanya digunakan sekali. Lapisan polimer yang digunakan dalam wadah tersebut dapat meleleh dan mengeluarkan bahan karsinogenik (yang dapat menyebabkan kanker) bila wadah digunakan berulang atau dipanaskan.


Wadah jenis ini terbuat dari bahan HDPE (high density polyethylene). Wadah dengan bahan ini biasa digunakan untuk botol susu, tupperware, gallon air minum, botol minyak goreng, wadah mentega dan yogurt, dan sebagainya. HDPE merupakan salah satu bahan plastic yang aman digunakan karena tidak banyak menimbulkan reaksi kimia dengan makanan dan minuman di dalamnya. HDPE bersifat kuat, keras, buram, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Walaupun tertera angka 2 dalam segitiga tersebut, namun wadah jenis ini sebaiknya juga digunakan hanya untuk sekali pemakaian.

Wadah jenis ini termasuk yang sulit didaur ulang. Di bawah segitiga terdapat huruf V yang berasal dari PVC, yang berarti bahan tersebut berasal dari polyvinyl chloride. Bahan ini biasa digunakan untuk plastic pembungkus makanan (cling wrap) dan juga beberapa botol minuman kemasan. Plastic ini berbahaya untuk kesehatan karena mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan atau minuman dalam kemasan. Reaksi ini berbahaya untuk ginjal dan hati, serta dapat menyebabkan penurunan berat badan. Sebaiknya bahan jenis ini dihindarkan dan anda dapat mencari alternatif pembungkus makanan lain yang bukan bertanda 3 dan PVC seperti plastik yang terbuat dari polypropylene (kode 5) atau bahan alami (seperti daun pisang).

LDPE berarti low density polyethylene yang merupakan plastic yang dibuat dari minyak bumi yang biasa dipakai untuk tempat makanan, plastic kemasan, dan botol. Sifatnya kuat, sedikit tembus cahaya, fleksibel (seperti botol sambal yang dapat ditekan), dengan permukaan agak berlemak. Plastic jenis ini sulit dihancurkan, tapi dapat didaur ulang. Wadah jenis ini baik untuk tempat makanan.

 Wadah jenis ini terbuat dari polypropylene yang bersifat transparan, kuat, ringan, ketahanan terhadap lemak baik, stabil pada suhu tinggi, dan cukup mengkilap. Wadah ini merupakan pilihan bahan plastic terbaik dan aman untuk tempat menyimpan makanan dan minuman, termasuk botol minum untuk bayi.

PS berarti polystyrene, bahan yang dapat digunakan untuk tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Bahan ini dapat melepaskan styrene ke dalam makanan dan mengkontaminasinya. Bahan jenis ini harus dihindari karena dapat menimbulkan masalah reproduksi, otak, sistem saraf, dan pertumbuhan. Bahan jenis ini juga sulit didaur ulang. Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning jingga.

Wadah ini memiliki beberapa jenis bahan, yaitu PC (polycarbonate), SAN (styrene acrylonitrile), ABS (acrylonitrile butadiene styrene), dan nilon. Wadah jenis ini dapat ditemukan pada botol susu bayi, botol minum, kaleng makanan dan minuman kemasan (termasuk kaleng susu formula), dan plastic kemasan. Bahan SAN dan ABS merupakan jenis yang baikdigunakan untuk kemasan karena memiliki resistensi tinggi terhadap reaksi kimia, suhu, dan kekuatan. SAN juga digunakan untuk mangkok mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, dan sikat gigi, sedangkan ABS digunakan untuk bahan mainan lego. Untuk jenis PC, jenis ini dapat mengeluarkan bahan utamanya seperti bisfenol A dan merusak sistem hormon, kromosom, ovarium, dan dapat menurunkan produksi sperma serta mengubah fungsi imunitas. Oleh karena itu, PC tidak dianjurkan untuk dipergunakan. Wadah ini kuat untuk dipergunakan berkali-kali. Oleh karena sulitnya kita menentukan apakah kode 7 ini terbuat dari SAN, ABS, atau PC, maka sebaiknya penggunaan wadah dengan kode 7 ini juga sebaiknya dihindari.

Dari tulisan di atas, dapat kita simpulkan bahwa kode wadah plastic yang aman adalah kode 2 (HDPE), 4 (LDPE), dan 5 (PP). Selain kode diatas, kita dapat menggunakan wadah yang terbuat dari kaca. Hindari penggunaan wadah plastic dalam microwave dan sebaiknya gunakan penutup alami seperti daun pisang. Ingatlah untuk melihat label kode tiap kemasan produk yang anda beli sehingga anda dan keluarga anda terhindar dari efek yang merugikan kesehatan.

Referensi:
Burros M, et al. EATING WELL; Plastic Wrap and Health: Studies Raise Questions. 2002.
http://www.ayahbunda.co.id/
http://www.gizi.net/
http://mayastria.wordpress.com/
http://www.nytimes.com/
http://www.plasticsinfo.org/
http://wahyuriyadi.blogspot.com/

nb : thanks for the information "tanyadokteranda" :)

You Might Also Like

0 comments

Powered by Blogger.

Like us on Facebook

Flickr Images

Instagram

Subscribe